Gembala Sidang


Nama : Pdt. Tomuan Simarmata, M.Th
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Tempat Lahir : Hutatua
Tanggal Lahir : 12 September 1979
Pendidikan : S2 - Institut Wesley Jakarta
Email : tomuansimarmata@gmail.com
Telepon : 0813-1900-5840
Istri : Evi Supianti Manurung, S.Th
Anak Pertama : Felix Benaya Simarmata
Anak Kedua : Charissa Abigail Simarmata

SUSUNAN MAJELIS


Gembala Sidang : Pdt. Tomuan Simarmata, M.Th
Lay Leader : Ls. Parulian Sitompul
Sekretaris : Ls. Asropi Mangoloi Hutabarat
Bendahara : Susiyati Sinaga
Panitia Kebaktian : Michael Simanjuntak
Komisi Pendidikan Agama Kristen : Ls. Rotiopan Hutauruk
Komisi Keanggotaan dan Evangelisasi : Samson Pakpahan
Komisi Diakonia Sosial : Rut Debora Purba
Komisi Misi dan PI : Jamiduk Sitompul
Komisi Penatalayanan Keuangan : Ls. Natanael
Panitia Pemelihara Harta Benda : Leonard Panggabean
: Estiana Sinaga
Panitia Pembangunan : Parlin Siahaan
Pimpinan Sekolah Minggu : Lengsi Siregar
Ketua PWMI : Herlina Tindaon
Ketua P2MI : Robert Situmorang
Ketua P3MI : Hizkia Siahaan
Ketua Wakaf : Ls. Parulian Sitompul

SEJARAH GEREJA


GEREJA METHODIST INDONESIA JEMAAT SOLA GRACIA TANGERANGUMAT YANG MERINDUKAN PERSEKUTUAN

Berawal dari kerinduan komunitas ‘Parsahutaon’, yaitu komunitas orang-orang Batak yang ada di Kompleks Total Persada, Kelurahan Gembor Tangerang untuk mengadakan Perayaan Natal pada Desember tahun 1995. Pada saat itu, di Gembor dan sekitarn sekitarnya belum ada gereja, sehingga mereka mengalami kesulitan untuk mencari Pendeta untuk menyampaikan firman Tuhan pada saat perayaan Natal. Bapak Halasan Manalu, salah seorang Pengurus berusaha mencari orang yang bisa mempertemukannya dengan seseorang yang memiliki ‘koneksi’ dengan seorang Pendeta. Bapak Halasan Manalu bertemu dengan Bapak Siahaan tua dan menyampaikan kerinduan tersebut. Maka bapak Siahaan mempertemukan Bapak Halasan Manalu dengan Pdt. Mister Silaban, Gembala Sidang Gereja Methodist Indonesia (GMI) Ebenhaezer Tangerang. Bapak Halasan Manalu dan bapak Siahaan menyampaikan kerinduan mereka kepada Pdt. Mister Silaban. Maka jadilah Perayaan Natal ‘Parsahutaon’ P Perumahan Total Persada pada bulan Desember 1995 dilayani oleh Pdt. Mister Silaban.

Pasca Pelayanan ini, Hamba Tuhan dan Majelis GMI Ebenhaezer mendapat sebuah visi mengembangkan pelayanan dengan membuka Pos PI di Gembor. Hal ini terus digumuli, didoakan dan menjadi diskusi dalam Misi pelayanan GMI Ebenhaezer. Ternyata, hal yang sama juga lahir di hati dan pikiran umat Kristen yang turut hadir dalam Perayaan Natal tersebut. Maka direncanakanlah pertemuan kembali antara Pdt. Mister Silaban dengan Bapak Halasan Manalu dan Bapak Siahaan. Fokus pembicaraan adalah mengenai rencana pembukaan Pos PI, agar orang-orang Kristen di Gembor dan sekitarnya, khususnya yang ada di perumahan total Persada bisa beribadah. Pertemuan ini dilaksanakan pada hari Minggu, 05 Mei 1996 dirumah Bapak Halasan Manalu. Hadir dalam pe pertemuan ini Bapak Halasan Manalu, Bapak Siahaan dan Bp. J.P. Tobing, Bapak Polin Sianturi, Bapak Leo Loandha, Bapak Kim Pong dan Pdt. Mister Silaban. Dalam pertemuan tersebut, disepakati untuk mengadakan ibadah perdana pada Minggu 12 Mei 1996 1996. Menindaklanjuti pertemuan tersebut, maka Bapak Halasan Manalu, Bapak Siahaan tua dan Bapak J.P Tobing sepakat untuk berkeliling mencari dan menemui orang-orang Batak dan orang-orang Kristen yang ada di perumahan Total Persada. Tuhan mempe mempertemukan mereka dengan Bapak Leonard Panggabean, Bapak R. Sitinjak dan Bapak T. Manullang.

KERINDUAN YANG MENJADI DASARPERMULAAN PERSEKUTUANPelayanan

Maka dengan kondisi sebagaimana adanya, diadakan Ibadah Perdana pada hari Minggu 12 Mei 1996 pukul 16.00 wib di rumah Kel. JP. Tobing yang beralamat di Perumahan Total Persada Kelurahan Gembor, kota Tangerang. Yang hadir dalam ibadah perdana ini adalah Kel. Halasan Manalu, Kel. JP. Tobing, Kel. Siahaan, Kel. R. Sitinjak, Kel. Leonard Panggabean, Kel. T. Manullang. Dari GMI Ebenhaezer hadir Pdt. Mister Silaban, Bapak Leo Loandha, Bapak Polin Sianturi dan Bapak Kim Pong. Ibadah berjalan dengan baik, dan jemaat yang hadir sepakat untuk terus mengadakan ibadah dari rumah ke rumah secara bergiliran. Untuk mengembangkan Pelayanan ini, mereka sepakat untuk mencari orang-orang Kristen yang belum memiliki tempat beribadah yang menetap untuk bergabung dengan persekutuan ini. dan jumlah mereka semakin bertambah dari Minggu ke Minggu. Ibadah dari rumah-kerumah berlangsung kira-kira 4 bulan. Melihat Perkembangan Pelayanan ini, Majelis GMI Ebenhaezer Bersama dengan jemaat yang ada bergumul supaya memiliki tempat yang lebih besar. Maka pada bulan Agustus 1996, Bapak Kim Phong berinisiatif untuk membeli 1 unit rumah type 21 di Perum Total Persada Raya. Rumah tersebut direnovasi sedemikian rupa dengan tujuan supaya dapat digunakan menjadi tempat ibadah yang menetap. Namun saying disayangkan, pemerintah setempat, RT dan RW tidak mengijinkan rumah tersebut digunakan untuk tempat ibadah dengan alasan warga sekitar menolaknya. Ibadah belum bisa dilakukan disatu tempat yang menetap, dan masih haris berpindah-pindah dari satu rumah ke rumah yang lainnya. Namun demikian, jemaat terus bertambah sehingga jumlahnya semakin ban banyak. Bergumul tentang pertumbuhan gereja, tentu bergumul juga dengan tempat beribadah yang menetap. Melihat kondisi ini, Kel. Jepan Simanjuntak yang telah bergabung dengan persekutuan ini setelah mereka pindah dari Kompleks Gajah Tunggal ke Total Persada Blok B No.7-8, terpanggil untuk menyediakan rumahnya sebagai tempat ibadah yang menetap. Hal ini disambut baik oleh seluruh jemaat, maka disepakatilah tempat ibadah yang tetap di rumah Bapak Jepan Simanjuntak/Br. Malau, di Perumahan T Total persada Blok B No.7-8. Disepakati juga ibadah dilaksanakan pagi, yaitu pukul 09.00 wib.

PERSEKUTUAN UMAT YANG MELAYANI DAN BERTUMBUH DALAM IMAN DAN PENGHARAPAN

Pelayanan ini semakin berkembang, dan jemaat yang hadir pun sudah semakin banyak, termasuk anak-anak. Maka diadakanlah ibadah sekolah Minggu pukul 07.00 wib. Sekolah Minggu dilayani oleh Pdt. Fowasi Lase (dari GMI Ebenhaezer), Merry Tindaon, dan Pretty Tindaon (sebagai guru sekolah minggu pertama). Agar pelayanan semakin berkembang, GMI Distrik 3 Wilayah II melalui GMI Ebenhaezer Tangerang menempatkan CGI. Zein Daichi untuk melayani Jemaat di Gembor. Dan seperti yang diharapkan, Pelayanan ini terus menunjukkan perkembangannya. Bersama dengan seluruh jemaat, CGI. Zein Daichi bekerja keras untuk mencari jiwa-jiwa baru supaya pelayanan ini semakin bertumbuh dan berkembang. Pada bulan Desember 1995, Hamba Tuhan dan seluruh jemaat merancang sebuah acara Perayaan Natal. Maka diadakanlah Perayaan Natal perdana, Desember 1996. Dalam acara Perayaan natal ini, sekaligus diadakan Peresmian Pelayanan ini menjadi sebuah Pos Pekabaran Injil (Pos PI). Maka ditetapkanlah Pos ini menjadi Pos Pekabaran Injil (Pos PI) Gembor.

Melihat pertumbuhan yang semakin besar, Hamba Tuhan dan seluruh jemaat bergumul untuk mendapat tempat yang lebih besar lagi, yaitu satu unit ruko, supaya jemaat dapat beribadah dengan lebih leluasa. Tuhan mengabulkan kerinduan ini dengan mempertemukan Hamba Tuhan dan Pengurus dengan seorang jemaat GKI bernama bapak Ebet. Beliau memberikan ruko miliknya yang beralamat di blok AA1 Nomor 20 untuk dipakai sebagai tempat beribadah secara gratis. November 1997, Pos PI gembor beribadah diruko AA1 nomor 20. Selain itu, turut juga diberikan peralatan-peralatan yang diperlukan berupa: keyboard dan OHP. Ditempat ini jumlah jemaat semakin bertambah-tambah. Februari tahun 2000, Saat Perumahan Permata dibuka, Gr. Zein Daichi dengan sigap melobi agar diberikan Fasilitas Sosial (Fasos). Setelah diadakan pertemuan-pertemuan dan secara resmi mengirimkan surat ke Developer PT. Panca Muara jaya di Kelapa gading, pihak developer memenuhi permohona tersebut dan diberikan tanah disamping kantor Kepala Desa gelam Jaya seluas 1.470 m2. Hamba Tuhan, majelis dan panitia pembangunan mengurus ijin ke RT, RW, kepala Desa hingga Camat, dan mereka menyetujui rencana pembangunan gereja tersebut. Dengan penuh semangat dan sukacita, diadakan Peletakan batu pertama untuk membangun gereja. Hadir dalam acara ini antara lain: Bishop Humala Doloksaribu, DS. Pdt. Jonatan, Tamu dari Korea Selatan dan seluruh jemaat.

PENYERTAAN TUHANYANG LUAR BIASAUNTUK UMATNYA

Setelah peletakan batu pertama, kemudian muncul penolakan dari warga sekitar. Diluar dugaan, datang beberapa warga Bersama dengan ormas yang bersikeras menolak pendirian gereja, penolakan itu mengarah ke anarkis. Kepala Desa Gelam Jaya mencoba mengatasi situasi ini dengan memanggil hamba Tuhan dan Pengurus Gereja. Namun situasi sulit dikendalikan dan massa menunjukka sikap yang mengarah pada anarkis. Melihat situasi tersebut, Bapak Jepan Simanjuntak menghubungi pihak Polsek untuk mengamankan pengurus gereja yang berada di kantor kepala desa. Maka Pihak kepolisian membawa beberapa pengurus gereja ke Polsek untuk diamankan dari amukan massa. Mereka yang dibawa ke Polsek adalah Gr. Zein Daichi, Bapak Balser Lumban T Toruan, Bapak AM. Hutabarat, Bapak Jepan Simanjuntak, dan Bapak RW. Pupus sudah harapan untuk membangun dilokasi fasos yang sudah diberikan developer. Apa yang diimpikan tidak dapat terwujud, dan tanah tersebut kini telah menjadi tempat PDAM. Situasi itu tidak menyurutkan semangat jemaat untuk melayani. Bahkan, mereka terus mengalami pertumbuhan. Bahkan untuk Menjangkau jiwa-jiwa di sekitar Pasar Kemis, Hamba Tuhan dan pengurtus sepakat untuk mengadakan penjangkauan bagi anak-anak melalui ibadah sekolah Minggu. Maka diadakanlah Ibadah Sekolah Minggu setiap hari sabtu sore di rumah Bapak Hutabarat/Br Tobing kemudian pindah kerumah Bapak Parulian Sitompul/Br Sinaga.

Puji Tuhan jemaat terus bertambah-tambah, sehingga ruko blok AA1 No. 20 sudah tidak mampu menampung jemaat yang beribadah. Maka digumuli untuk mencari tempat ibadah yang lebih luas. Jemaat sepakat untuk menyewa ruko blok AA1 no 28 dan 30. Melihat pertumbuhan gereja ini, diusulkan untuk kenaikan status. Pada Konperensi Tahunan GMI Wilayah II ke -28 tahun 1998, Pos PI Gembor diusulkan menjadi Jemaat persiapan dengan nama GMI Jemaat Persiapan Sola Gracia Tangerang. Kemudian pada Konperensi Tahunan GMI Wilayah II ke-30 tahun 2000, GMI Jemaat Persiapan Sola Gracia Tangerang ditingkatkan statusnya menjadi Jemaat Penuh dengan nama GMI Sola Gracia Tangerang. GMI Sola Gracia Tangerang terus mengalami pe pertumbuhan dengan semakin banyaknya anggota jemaat yang beribadah. Maka pada Konperensi Tahunan GMI Wilayah Ke 33 tahun 2003, GMI Sola Gracia Tangerang diusulkan menjadi satu daerah Konperensi Resor, yaitu Konperensi Resor Sola Gracia Tangerang.

SEHATI SEPIKIRDALAM MELAYANITUHAN

Setelah diresmikan menjadi Konperensi Resor, ada kerinduan untuk membuka POS PI yang baru. Pada saat itu beberapa anggota jemaat GMI Sola Gracia Tangerang pindah domisili ke kecamatan Rajeg. Dengan demikian jarak antara GMI Sola Gracia dengan Tempat tinggal mereka sudah cukup jauh, maka digumulilah di daerah Rajeg membuka POS PI. Itulah menjadi cikal bakal lahirnya POS PI Sola Fide Rajeg. Tuhan bekerja secara luar biasa bagi GMI Sola Gracia. Tahun 2002, Tuhan menganugerahkan Ruko AB2 No.2, yang menjadi tempat ibadah saat ini. Tahun 2008, Tuhan menganugerahkan Ruko AB2 No.10, yang saat ini dipakai sebagai Rumah hamba Tuhan (pastori) dan ruang sekolah Minggu. Jemaat terus mengalami pertumbuhan, sehingga dirasa perlu untuk memperluas tempat ibadah. Hal ini telah lama digumuli, seiring dengan Visi yang dicetuskan oleh Pdt. Sabam L. Tobing dan yang dihidupi sampai saat ini yaitu; “Menjadi GMI Terbesar di Pr Propinsi Banten”. Mewujudkan visi tersebut, kita bergumul dan berdoa, agar Tuhan berkenan memberikan Ruko AB2 No.4, yang persis berada di samping gereja saat ini. Dan oleh kebesaran kasih dan Anugerah Tuhan, pada hari Kamis, 06 Mei 2021, Ruko AB2 nomor 4 telah r resmi menjadi Milik GMI Sola Gracia Tangerang. GMI Sola Gracia Tangerang, dengan visi besarnya yang telah diimani dan diaminkan, akan terus berkaya, melayani memberkati dan menjangkau jiwa-jiwa baru untuk kemuliaan Tuhan. Bagi Tuhan tidak ada yang Mustahil dan yang tidak Mungkin. Dengan sikap SE SEHATI SEPIKIR DALAM MELAYANI TUHAN, GMI Sola Gracia Tangerang menjadi alat bagi Kemuliaan TUHAN.