Hidup Sebagai Manusia Baru

Kolose 3:5-17

Pdt. Tomuan Simarmata, M.Th

Gembala Sidang GMI Sola Gracia Tangerang

“Hidup Sebagai Manusia Baru” artinya hidup yang berubah dari kehidupan lama menjadi hidup yang baru. “Hidup yang lama” adalah hidup yang tidak berkenan di hadapan Tuhan, hidup yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan. “Hidup yang Baru” adalah hidup yang benar, hidup yang sesuai dengan Firman Tuhan.

Rasul Paulus mengingatkan kita sebagai orang percaya untuk menanggalkan manusia lama kita, “Mematikan” segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat, dan juga keserakahan yang sama dengan penyembahan berhala (ay. 5-7). “Membuang” semua yang berhubungan dengan marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu, yang saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya (ay. 8-9). Mengapa harus “Dimatikan dan Dibuang” manusia lama ini? Karena semuanya itu tidak membangun hidup kita, tetapi justru merusak seluruh hidup kita dan tidak memuliakan nama Tuhan.

Di samping kita harus menanggalkan manusia lama yang tidak bisa membangun hidup kita itu, rasul Paulus juga mengingatkan kita untuk terus berjuang dengan mengenakan manusia baru. “Manusia Baru” yang dimaksud adalah cara berpikir serta cara bertindak yang sesuai dengan kerinduan dan harapan Yesus dalam hidup kita, yaitu: Manusia yang penuh dengan belas kasihan, penuh dengan kemurahan, penuh dengan kerendahan hati, penuh dengan kelemah-lembutan, dan penuh dengan kesabaran satu sama lain, penuh dengan pengampunan seorang akan yang lain karena Tuhan telah mengampuni kita. Kita diminta untuk mengenakan kasih sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan persekutuan dan keluarga kita, penuh dengan damai sejahtera Kristus, perkataan dan ajaran Kristus diam atau meresap dalam hati sanubari kita sebagai pengendali hidup kita, penuh dengan ucapan syukur, dan segala yang kita lakukan atau katakan, haruslah kita melakukannya di dalam nama Tuhan Yesus.

Mengapa kita harus mengenakan manusia baru ini? Karena dengan mengenakan manusia barulah, hidup kita dibangun ke arah yang dikehendaki oleh Tuhan Yesus, serta mempermuliakan nama-Nya.

Sebagai orang yang percaya kepada Yesus Kristus dan yang telah dikuduskan, dan dikasihi-Nya. Perubahan dari manusia lama menjadi manusia baru adalah sangat mungkin terwujud dalam kehidupan kita. Akan tetapi, tantangan dan godaan untuk melakukan manusia lama kita masih ada dalam kehidupan yang kita jalani ini, sehingga kita harus selalu berusaha bersama dengan Tuhan Yesus untuk “mematikan” keinginan dosa dan “membuang” dosa yang ada dalam diri kita. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda telah menanggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru di dalam Kristus? Amin.

Renungan Harian Keluarga GMI “Sabda Kehidupan” Sabtu, 24 Juli 2021 (Pdt. Arisman)